Madura United : Rasa Penasaran Akan Juara


        Bisakah Madura United menjadi Juara Liga 1 dengan skuat mewah saat ini ?
    Madura United adalah klub baru di sepakbola nasional. Umurnya yang baru tiga tahun menjadi buktinya. Tapi , umur bukan menentukan prestasi . Di awal kemunculannya di Piala Gubernu Kaltim 2016 , Madura United sukses melaju ke final sebelum ditaklukan oleh Borneo FC . Di ISC 2016 mereka sukses masuk tiga besar , bahkan menjadi kandidat juara.
       Balik lagi ke Liga 1 2019 , Madura United menjadi tim yang paling jor-joran dalam mengontrak pemain (sampai tulisan ini dibuat-red.) usai mendatangkan Jaimerson Xavier. Madura United sebelumnya juga meresmikan Andik Vermansyah , Marcko Sandy , M. Ridho , dan sederet nama lain untuk mengarungi kompetisi. Tak lupa , Dejan  Antonic lah secara resmi didapuk menjadi Arsitek Laskar Sape Kerap itu. Pelatih yang sudah malang melintang di Indonesia itu dibebani target “ Juara “. Sebenarnya dengan skuat seperti itu , tidak sulit untuk bertengger di papan atas jika tidak ada kendala lain.
       Namun , ada beberapa hal yang cukup menarik apabila kita menjuluki suatu tim di Liga 1 dengan nama “ Los Galacticos “ , pasalnya dalam dua tahun terakhir kedua tim yang dijuluki malah flop. Persib Bandung di 2017 misalnya , dengan skuat mewah sangat mereka berambisi menjadi juara Liga 1 2017. Michael Essien , Charlton Cole , dan nama papan atas lainnya menjadi salah satu faktor. Nahas , tim besutan Djajang Nurdjaman terseok seok di paruh pertama yang menyebabkan coach djanur mundur. Begitu juga di Liga 1 2018 , Sriwijaya FC menjadi skuat bertabur bintang. Manuchekhir Dzalilov , Hamka , Vizcarra , M. Ndiaye , dan lainnya menjadikan SFC menjadi calon juara. Berhasil menduduki peringkat ketiga di paruh pertama , berubah menjadi petaka setelah gaji pemain terlambat. Hal tersebut diisukan karena kalahnya Presiden SFC dalam Pilkada Sumsel yang menjadikan SFC sebagai kendaraan politik. Semakin nahas lagi , SFC terdegradasi ke Liga 2 2019 usai hanya menempati peringkat 16.

       Hal itulah yang harus diwanti-wanti Madura United. Apalagi dengan lamanya masa libur ( Liga 1 2019 direncakan bergulir usai pilpres ), tim lain dapat mencari kelemahan Madura United . Seperti kata Robert Rene Alberts , bahwa pre-season hanya untuk mencoba pemain muda , agar para pemain utama tidak cedera di awal musim. Madura United tampaknya juga siap secara finansial. Didukung beberapa sponsor besar seperti Lion Air,Quick Chicken , dan lainnya , membuat tim ini cukup mengarungi Liga 1 2019.
       Tapi , Madura United tentu akan menghadapi berbagai perlawanan dari tim lain. Persib di arahan Radovic tentu punya taktik tersendiri , Bali United dengan skuat lumayan mewah juga patut diperhitungkan , Persija “ Champione “ tahun lalu juga tidak tinggal diam , PSM yang ditinggal Robert Rene Alberts juga wajib diwaspadai pergerakannya. So, apakah MU akan meraih gelar di akhir musim nanti ?
Previous
Next Post »
Thanks for your comment