2045 : Secercah Harapan ( Cerpen )



27 tahun yang lalu , Perang Dunia 3 tak terelakan. Korea Utara dengan Rudal nuklir nya berhasil membumi hanguskan bagian Barat USA. Amerika Serikat langsung membalas dari Yellowstone sebagai balasan, tetapi Korea Utara berhasil menahan rudal dan jatuh di perairan Pasifik. Mengakibatkan hancurnya Kepulauan dan menewaskan 50.000 jiwa. Di waktu yang sama , tempat Konferensi G-20 di Australia menjadi sasaran utama dari seluruh rencana Dzalim Korea Utara. Negara macam Indonesia dan Selandia Baru terdampak radiasi tingkat sedang yang cukup menewaskan 3/10 seluruh penduduk. Semua Presiden di KTT G20 pun tewas, terkecuali Presiden dari Negara Muslim. Karena ada KTT OKI di waktu bersamaan, Negara muslim tersebut hanya mengirimkan menteri. KTT OKI pun dibatalkan secara mendadak usai Rudal Nuklir, para presiden kembali ke hotel masing masing. Dunia menjadi kalang kabut. NATO melalui USA langsung mengirimkan Rudal balasannya ke Pyongyang usai kematian Presidennya. Korea Utara mengirimkan Rudal ke Eropa , Jepang , Korsel (dengan rudal yang lebih kecil) , Argentina , dan tentunya Amerika Serikat. Negara Negara berkembang menjadi terdampak radiasi sedang. Pemerintah Indonesia , langsung membuat pengumuman untuk mengevakuasi penduduk sebanyak banyaknya.
Pada saat itu,aku masih berumur 17 tahun. Melihat dunia hancur , aku tidak bias berbuat apa apa. Aku hanya mengikuti arah yang dimaksud pengumuman. Orang Tua ku meninggal karena sedang ada pertemuan di Jepang yang tidak lain menjadi target rudal Korut. Jepang luluhlantak , dari pemberitaan tinggal sepersepuluh penduduk di Jepang. Disini hanya tinggal Aku dan sepupuku , Dipta. Kami sudah sampai di Semarang , namun jalan menuju bandara sangat macet. Dengan terpaksa , kami lari meninggalkan motor kami. Badai radiasi akan dating ke Indonesia dalam waktu 30 menit. Di Bandara , kami bersesak sesakan. Aku kehilangan seorang sepupuku satu satunya. Remaja berpakaian Casual itu menghilang entah kemana. Dipta DIpta.!!!!!! , ada kira kira ribuan orang yang memadati Bandara Ahmad Yani. Waktu tersisa 20 menit, seluruh orang digiring menuju beberapa pesawat yang siap mengudara. Terdapat 20 jenis pesawat Hercules berkapasitas 100-an orang yang akan mengantarkan kami ke suatu tempat. Aku yang hanya membawa tas berisikan alat survival seadanya dan benda penting lainnya. Aku menaiki salah satu pesawat dipandu oleh petugas Bandara dengan cepat. Tersisa waktu 10 menit , satu persatu pesawat landas menuju tempat yang kami ketahui. Langit dipenuhi Hercules, kami menjauhi radiasi yang dating dari selatan. Di langit , kami melihat rakyat yang bingung mau kemana . Mereka hanya ingin selamat , namun tidak ada waktu lagi untuk mereka. Pada saat kami berada di Langit Bandung , kami mendengar berita kalau seluruh rakyat yang masih di Yogyakarta dan sekitarnya, mati. Akhirnya kami mendarat di anak Gunung Salak yang terdapat landasan pacu menuju ke dalam gunung. Terdapat sekitar 50 pesawat yang ada di sekitar gunung , kami langsung disuruh masuk ke dalam Bunker itu. Kami ditempatkan di dalam Aula Kemerdekaan yang mampu menampung total dari kami. Di Aula itu , aku merasa bingung harus melakukan apa , memang kami disuruh berdiam disitu karena badai radiasi akan datang dalam waktu sebentar lagi. Setelah seluruh orang yang selamat berada di aula. Datanglah Pak Wakil Presiden Yusuf, Maafkan kami, Kami tidak bisa mengangkut seluruh warga yang ada di tempat evakuasi. Karena Badai radiasi yang akan datang tidak lama lagi, disini kalian bisa selamat setidaknya sampai 30-40 tahun mendatang. Kalian akan mendapatkan perlindungan dari apa saja , Negara ini membutuhkan kalian untuk tetap Hidup. Kami bersikap Netral dalam Perang ini , kami tidak ingin jatuh korban yang lebih banyak lagi.Kita berdoa untuk keluarga kita yang telah tiada dan untuk keamanan kita. Berdoa  mulai .  Sekian. Sambutan Pak Yusuf mendapat sorakan dan tangisan dari semua orang disini, Karena mereka kehilangan keluarga dan mungkin segalanya.Di Bunker besar ini, terdapat ratusan kamar yang cukup menampung kami semua. Seketika, Lampu padam banyak orang yang panik Mohon tenang, Badai tidak akan menghancurkan gunung ini , Kalian akan aman disini , SAYA JAMIN !
kriiinggggg Alarmku berbunyi, jam menunjukkan pukul 04.15 tanda Shalat Subuh. Aku bergegas mengambil sarung dan pergi menuju Ruang ibadah, Iqomah telah dilantunkan dan mulailah Shalat Subuh berjamaah. Assalamualaikum Warahmatullah , Assalamualaikum Warahmatullah . Usai shalat , aku berlari pagi mengelilingi bunker ini. Seperti biasanya kamu dapat 20 putaran , ucap Dipta , Bagaimana denganmu ? kau kan Pemimpin Tertinggi Tentara di sini.balasku , Ah.. mungkin itu Cuma keberuntunganku kata dipta , Ada yang bisa aku bantu tuan tuan ? Celetuk Fatimah , Ehem Dokter baru nih .. , Bisa saja kau Ali ! , lulusan terbaik pula ! , Bisa aja kamu Dipta, Sudah ya aku dan ali mau pergi tugas , Silahkan tuan tuan canda Fatimah. Kami meninggalkan Fatimah dan segera bersiap siap untuk bertugas. Bersiaplah Ali , Akan ada rapat besar pada hari ini ,.
Semua Prajurit , Kalian akan ditempatkan disekitar area Eksekutif demi kenyamanan para Dewan dan Presiden Thamrin. Komando tertinggi saat saya sedang rapat saya serahkan ke Robin. Sekian . Semua prajurit melaksanakan tugasnya termasuk aku. Aku ditempatkan di pintu ruang Eksekutif. Jam 10.00 para Dewan berdatangan, Presiden Thamrin pun masuk terakhir. Bagaimana Harimu Ali ? ,ucapnya  Baik Pak .Rapat berlangsung selama 6 jam itu akhirnya selesai. Semua Dewan kembali ke urusannya masing- masing. Semoga beruntung Ali Kata Pak Presiden kepadaku. Semua Prajurit berkumpul di markas pukul 18.00 sekarang kalian dapat beristirahat terlebih dahulu , Baik Pak !. Akhirnya, aku beristirahat di kamarku sambil membersihkan badan. Bagaimana harimu ? apakah letih setelah berdiri 6 jam ? ,kata Dipta ah , itu biasa kak balasku, ini hampir jam 6 , ayo sholat dulu sebelum ke markas saran Dipta, OK .
Ini akan menjadi perjalanan panjang bagi kalian, aku harap 25 orang terpilih ini , tidak memandang remeh tugas ini , karena kita akan pergi keluar , Saatnya merasakan udara segar ! Ucap Kapten Dipta. Semua prajurit yang berjumlah 100 orang tertegun mendengar pernyataan sang kapten. Apa yang kamu maksud adalah kita akan keluar ? ke permukaaan ? Tanya Prajurit David. Benar, prajurit . waktu kita untuk melaksanakan tugas satu minggu dari sekarang dan aku yang akan memilih siapa yang akan bersamaku !. Misi kita adalah menyalakan Generator Listrik dan Tower Radio di Jatiluhur , disana kita akan mencoba , apakah aman atau tidak untuk membuat pemukiman . sesuai prediksi ini waktu yang tepat! kata Sang Kapten.
SATU MINGGU KEMUDIAN.
Satu minggu hampir berlalu. Kapten Dipta mengumumkan siapa saja yang ikut. Yang akan melaksanakan tugas antaralain Sersan Robin , Sersan Ali , Sersan Dwi , Prajurit Alwi , Prajurit David , Prajurit Allen , Prajurit Kwan , Prajurit Ren , Prajurit Tio , Prajurit Finn , Prajurit Andi , Prajurit Wahyu , Prajurit Victor , Prajurit Dean , Prajurit Husni ,Prajurit Kalla, Prajurit Ivan ,Prajurit Yudhi, Prajurit Setyo ,dan Prajurit Ignis Selesai , Kita akan berangkat besok dengan kekuatan penuh. Kita akan membuat pemukiman diatas sana ! kata Kapten Dipta. Kita masuk Robin ! , Ya , semoga kita berhasil .
Kalian akan melewati rintangan yang besar , demi umat manusia disini , demi keluarga kalian yang meninggal di medan perang , dan demi kalian sendiri . Dengan mengucap bismillah , saya lepas kalian ke alam luar untuk kehidupan umat ! ucap Pak Presiden. Kita Bisa !!!!!! tambah kapten. YAAAAA.   sorak semua prajurit Semangat Menolak Menyerah !!!. AYO !!! . Semua Orang yang tinggal di Bunker menyaksikan sebuah sejarah Manusia di Ruang Bebas . Disana mereka tentunya ingin menjadi salah satu dari kita . Ya , itulah yang saat ini kurasakan . Di alam luar ini , tentunya kami ingin yang terbaik untuk bangsa ini. Semua prajurit , bersiap sekarang ! Ucap Kapten Dipta yang disaksikan ribuan orang di Bunker Gunung Salak. Bismillah
Pintu 1 terbuka , kalian diperkenankan keluar. ( Suara speaker pengumuman )
Kita harus cepat !, kita tidak tau apa yang terjadi pada malam hari di luar , bersiaplah beberapa langkah lagi kita akan melihat dunia Kata Kapten Dipta. Sinar matahari terlihat sedikit demi sedikit . wow , sudah lama aku tidak melihat sinar matahari yang menghangatkan ini Kata Sersan Dwi. Dunia tampak jauh berbeda dengan apa yang kita lihat terakhir balas Prajurit Alwi. Tuan , aku tidak mau merusak nostalgia anda , tapi kita tidak tau apa yang ada disini , Kata Prajurit Yudhi . Benar kata Prajurit Yudhi , dulu ada seseorang tewas karena memaksa untuk keluar bunker dan akhirnya diterkam hewan raksasa balas Sersan Robin , Kita harus tetap bergerak ke Jatiluhur secepatnya Sambungku. Kita berjalan dengan membentuk formasi. lihat , ada kuda disana Kata Ignis , Astaqfirullah , dia berkepala dua kataku , perlukah menembaknya Komandan ? Tanya Ignis. Tidak usah prajurit , kita harus menghemat senjata kita , selama dia tidak menyerang kata Kapten Dipta. Dipta kepada Bunker Dipta kepada Bunker masuk , Bunker kepada Dipta masuk.. , Sudah 3 jam kami diluar dan belum ada tanda tanda penyakit radiasi Kata Dipta ke WalkieTalkie , Pertanda bagus , tapi kalian akan kehilangan komunikasi setelah beberapa mil dari sini. , Baik , kami sudah siap pak ! kata Kapten Dipta. Komunikasi pun berhenti. Kalian semua pasti mendengarnya kan ? Komunikasi kita akan terputus , jadi kita harus bersiap menghadapi segala kemungkinan kata Kapten kepada kami, Siap !!.
Sudah Maghrib , disana ada ada bangunan , kita istirahat disana saja. Kata Kapten Dipta. Kami berjalan dengan waspada , mungkin saja disana ada hewan buas , atau makhluk aneh. Prajurit Alwi dan Ignis kalian menyisir area barat bangunan ini , Prajurit Yudhi dan Setyo , kalian Utara , Prajurit Wahyu dan Victor Selatan , Prajurit Husni dan Andi bagian timur , sisanya membantu mempersiapkan Tempat Istirahat dan beribadah , Mengerti ? …” , Siap Komandan !!. Akupun mempersiapkan api unggun untuk menghangatkan diri dibantu Finn dan Dean. Kami mengumpulkan kayu yang ada disekitar. Kapten Dipta , kami baru saja terhubung dengan bunker, seperti yang anda tugaskan , Terima kasih Prajurit Tio.. Dipta kepada Bunker masuk…” , Bun.. .da .ta mas  , bagai. Ma. Kal. ? , Kami masih bertahan , Syu..lah. Kami akan menghubungi bunker jika membutuhkan sekian . Ba.laahhh. Setelah melaksanakan tugas , kalian dapat beristirahat dan jaga selama 2 jam ".
Esok pun menyongsong kami. "Setelah Shalat Subuh , kalian harus bersiap siap melanjutkan perjalanan , mengerti ? " , tanya kapten , "Siap Mengerti ! ". Kami pun berusaha membersihkan area bangunan. Setelah semua siap , perjalanan dilanjutkan. Dengan perbekalan yang masih cukup , kami melanjutkan perjalanan. "Bagaimana cuaca hari ini , Yudha ? "tanya ku basa basi ke yudha "baik saja "jawabnya murung , "ada apa yudha ? Kau tampak murung ? "tanyaku kembali. "sudahlah dia mungkin teringat ayahnya "celetuk Ignis. "Jangan begitu ignis"jawabku , "aku melihat sesosok misterius membawa anak panah di punggungnya , dia sangat cepat dan mungkin itulah yang membunuh ayahku "ucap yudha , "Apa benar Setyo , kalau ada sosok itu ? "tanya Sersan robin . "Benar Sersan , dia tampak mengerikan "jawabnya , "kita harus mewasdainya kapten "usul robin , "bukankah kita memang harus wqspada ? "Balas Dipta.
Ngggiiiiieeeetttt , crottt . "aaaaaaaahhhhhhhhh ", "ada apa sersan Robin ? "tanya Kapten Dipta , Ada anak panah dari arah sana !!!!!!!! "jawab Dwi , "Pasukan bertahan !!, lindungi robin dan kembali dengan perlahan ke bangunan sebelumnya !!!, sebelum kita menjadi target mereka , jika ada kesempatan serang balik dengan senapan kita , cepat !!!!!! Moveee moveee !!!!!! "perintang Sang kapten. Jujur aku kaget dengan apa yang terjadi , apakah masih ada orang yang hidup setelah terkena radiasi ? entahlah , aku harus fokus. Dengan formasi bertahan kami kembali ke bangunan yang kami gunakan. "kalian akan terbentuk 5 tim untuk melindungi bangunan ini ! 1 untuk medis , cepat ! Lindungi markas ini ! Moveeeee moveeee ! ", gegas sang kapten setelah berhasil masuk ke bangunan. Aku , Yudha , dan Wahyu berusaha melindungi markas di sisi selatan. "mereka menghilang ! ", "Dimana mereka ? " , "Perhatikan pohon pohon disekitar kalian ! "perintahku ke yudha dan wahyu. Doooorrrrr , suara tembakan mengenai musuh yang berada di pohon. Hati hati , kita tidak tahu berurusan dengan siapa kita , kataku. Musuh pun terjatuh karena peluru panas mengenai  tangannya , walaupun sudah tertembak , aku belum bisa memastikan itu siapa karena ia mengenakan penutup kepala.
Selama 6 jam , belum ada penyerangan dari musuh yang membahayakan markas. Akhirnya aku mengambil tubuh musuh yang tergeletak karena tembakan tadi . "Dipta , timku berhasil menembak satu musuh ",jawabku saat pergantian penjagaan. "Taruh dia di ruangan sana , ikatkan di dinding , dia masih hidup ", suruhnya.Aku ikat dan lepas penutup yang ada di kepalanya. "ternyata , ada manusia yang hidup selain kita "ucapku terheran heran , "mungkin dia memiliki suku suku sendiri , kita harus waspada ,oh ya , keadaan Robin membaik , Alwi melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai medis "kata Dipta , "Oh Syukurlah , kita juga harus bersiap menghadapi apa yang terjadi esok hari "kataku. "kita masih ada banyak granat , dan kita bisa tanam ranjau, itu semua sudah kuperintahkan ke pasukan "ucapnya. "panggilkan Kalla dan Victor untuk menjaga orang asing ini, jika ia bangun panggil aku.",pungkas dipta. "OK ".
Malam yang dinginpun terlewati dengan adanya orang asing di kamp. Kami juga menjalankan tugas shift jaga guna mengawasi markas ini. "Lapor , kami sudah menanamkan ranjau sampai perbatasan sana, mungkin ini bisa memperlambat musuh. "kata Kwan. "Kerja bagus , sekarang kamu boleh beristirahat , panggil Prajurit David guna menggantikanmu jaga. "kata Kapten. Bagaimana keadaan ranjau ? tanyaku. Dengan adanya ranjau mungkin cukup mengalahkan mereka yang masih menggunakan senjata primitif. Kata Kapten. Mereka mungkin suku yang sangat terlatih dalam peradaban manusia , kau bisa lihatkan mengapa mereka masih ada ? padahal kita membutuhkan bunker setebal beberapa ratus meter , sedangkan mereka mungkin hanya bertahan di goa-goa . Jelas Kapten.  Ayo bergegas shalat Subuh Ali , ini sudah waktunya .
Matahari perlahan menyinari kami , dalam pukul 05.00 keadaan sangat sunyi disini , berbeda dengan keramaian bunker yang ramai dengan lantunan ayat ayat Suci Al-Quran.Mengingatkanmu pada bunker Ali ?, tanya Kapten kepadaku. Iya , aku rindu dengan anakku . Tiba-tiba Victor datang melapor."Komandan lapor , ada berita buruk. Kami melihat banyak obor yang menuju kesini , ada sekitar 200 pasukan yang kami lihat.! "."kita harus bergegas ,pasukan bersiap ! seluruh prajurit pada posisi masing masing ! "perintah sang kapten lewat WalkieTalkie.
Ternyata banyak musuh yang membawa kuda dan pasukan panah , namun satu persatu tumbang karena ada ranjau tanam. "tetap tembak semua !!!!! "kataku ketimku , bagaimana keadaan di atas David ? , terkendali Kapten . Kapten , orang asing yang tertangkap kemarin sudah sadar !!. , kata Prajurit Kalla ke Kapten. Bawa aku ke ruang bawah sekarang !. "musuh mendekat jarak tinggal 300m !!!!! " , "Pakai Granat !!!!! "dooorrrdd , duaaaaar , "semua berhasil kena komandan !!!! " , "awas anak panah berapi  !!!!!!! " , Prajurit David , lindungi kami dari atas !!! kataku lewat WT. Roger , Wahyu , Yudha , perhatikan musuh baik baik , mereka mungkin akan beradu fisik denganmu !!! . Gawat , mereka masih banyak , ranjaunya sudah habis !!! , kata prajurit Wahyu. Mundur kedalam bangunan , cepat !! kataku. Sersan Ali , gunakan granat yang tersisa untuk membuat bom besar  , kita akan berlindung dibawah !!.Perintah Kapten Dipta kepadaku. Oke , lindungilah aku ,!!!.. Aku membuat bom besar bersama Yudha dengan secepatnya. kita tidak bisa menahan lagi kapten , Pasukan musuh masih banyak ! kata Prajurit Husni sebagai Sniper dengan David. Bom sebentar lagi jadi , lindungilah pasukan ke ruang bawah tanah !!! Kata Kapten. Kapten orang asing itu bicara apa ? tanyaku menyempatkan. nanti akan kuberitahu , aku harus fokus melindungimu , cepat bagaimana bom nya ? . tanya Kapten kepadaku. sudah jadi , aku akan pasang disekitar sini !! kataku. Tio , Kwan , Ignis , dan Sersan Dwi lindungilah Ali dan Yudha untuk memasang bom !!!, Roger that !!. Setelah kupasang bom disekitarnya tinggal kupencet tombolnya.
Awas panah Kapten!!!!! , Arrrrgggghhhhh,  "Kapten Dipta....!!!!! " , "Medis cepat " , Kapten Terkena anak panah di dadanya. "kaaapltttteeeennn !!!!! ", "musuh mendekat tersisa sedikit , cepat bawa masuk kapten dan masuk semuanya !, diluar sudah kupasangi bom akan kuhabisi mereka !"kataku . musuh tersisa berhasil masuk ke depan markas dan tidak ada waktu lagi untuk ke bawah. Semua aman dibawah sini , segera pencet tombolnya Ali !.Ini , pencet tombolnya sekarang ! , aku membantu Alwi untuk selamatkan nyawa Kapten !.Alhasil dipencetlah tombol oleh Sersan Dwi. Seketika suara bergemuruh datang dari atas. Kami terlindungi berkat lapisan beton diatas. Setelah 10 menit tidak ada suara perlawanan lagi , kami keluar dengan keadaan Kapten yang berbaring lemah. Ledakan itu menghanguskan puluhan orang. Bagaimana keadaan Kapten Dipta dan Sersan Robin ? . tanyaku ke Alwi. mereka cukup kuat sampai kita kembali ke Bunker. Mungkin kita masih bermalam disini , dan kita kehabisan stok senjata, bagaimana pendapatmu ? , tanya Sersan Dwi kepadaku. Kita akan bermalam disini , terlalu berisiko untuk bermalam di luar sana. Disini kita juga akan mengungkap , siapa mereka dengan menanyai Orang asing itu., jelasku. sebelum malam tiba , kalian dapat berburu makanan atau mencari sumber air disekitar sini , waktu kalian tinggal 2 jam untuk melaksanakan tugas , ini. Aku ,Sersan Dwi, serta Tim 1 bertugas mengawasi dan menanyai Orang asing itu , Tim 2,3,4,dan 5 melaksanakan tugas !., Siap !!!.
Kami bergegas menanyai orang asing itu. Mengapa kalian menyerang kami pada kemarin ?. ,kataku. Apakah dia bisa berbicara Indonesia Prajurit Kalla ?. , tanya Sersan Dwi. Tidak , kemarin dia berbicara bahasa aneh , hanya Kapten Dipta yang mengerti apa yang ia katakan.. Bagaimana kalau kita tawan sampai ke Bunker ? , ide bagus Sersan Ali , tapi bagaimana kalau ada serangan balasan  yang lebih besar dari ini ?.  Mungkin saja , tapi dibunker kita memiliki armada yang kuat , apakah mereka memiliki F-16 ? , Bukan itu yang kutakutkan Sersan Ali , bisa saja mereka memiliki hubungan dengan CERN yang menyerang sistem pertahanan kita beberapa waktu lalu ? . Kita tawan sampai bunker dulu.
Malam usai perang terlewati dengan kesunyian yang sangat mendalam. Dinginnya udara pada saat ini membuatku rindu dengan bunker kembali. Aku sudah mempersiapkan jadwal shift guna mengawasi malam lagi. Tanpa Sersan Robin dan Kapten Dipta yang masih terbaring menunggu datangnya esok hari.
Perang singkat itu usai , terjadi banyak hal pada kemarin , kami memutuskan kembali ke Bunker guna menyampaikan hasil operasi ini , Kapten Dipta tidak bisa bertahan lama lama tanpa adanya medis bunker. Dalam perjalanan kembali yang kupimpin terasa sunyi karena dua senior masih terkapar. Perjalanan menuju bunker memangkas waktu 6 8 jam. Komunikasi dengan bunkerpun perlahan normal. Kami mengabarkan seluruh kejadian yang kami alami. Bunker pun bersyukur kami masih selamat dan memperbolehkan membawa tawanan.
Sesampainya di bunker , aku mewakili tentara untuk berbicara didepan dewan dan Pak Presiden. "Ada secercah harapan untuk kita dalam membangun kehidupan di permukaaan luar , kita harus memperjuangkan nasib kita , dengan pengorbanan kedua senior kami yang masih kritis, mereka berjuang untuk negara ini jadi jangan sia siakan mereka ! "kataku ke dewan rapat. Aku juga menjelaskan kalau masih ada suku suku lain di permukaan. Mereka pun siap
Akhirnya Rapat menyetujui untuk membangun pemukiman di sekitar bunker terlebih dahulu. Dalam waktu 6 bulan kami sudah membersihkan area sekitar gunung untuk djbuat pemukiman. Dan Kapten Dipta meninggal 2 bulan setelah perang karena sakit berkepanjangan dan mewasiatkan aku agar Husein ( anaknya ) dirawat menjadi anak yang berani seperti ibunya yang hilang. Dan Robin lah yang menggantikan Dipta. Dipta , mungkin kita harus bersiap berpisah semenjak Perang Nuklir 27 tahun lalu.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment